Now Playing:
Loading...
Powered by: radio online indonesia
 

Israel hancurkan Markas PBB

Gaza (Espos)Pasukan Israel menghancurkan Markas PBB yang juga menjadi tempat pengungsian ratusan warga Palestina di Jalur Gaza, Kamis (15/1).

Akibat serangan itu, gudang yang berisi ratusan ton bahan makanan terbakar sehingga tak bisa disalurkan kepada pengungsi Gaza.

Sekjen PBB Ban Ki-moon yang sedang menjalankan misi untuk meng-akhiri serangan Israel ke wilayah kekuasaan Hamas, menyatakan serangan itu sebagai tindakan biadab. Ban mengunjungi Israel, kemarin pagi dan menyebut serangan ke markas badan bantuan PBB (UNRWA) itu sangat menyakiti hati. “Saya menyampaikan protes keras dan merasa sakit hati kepada Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri Israel dan menuntut penjelasan sepenuhnya atas kejadian itu,” kata Ban.

Dia menyatakan, Menhan Ehud Barak mengaku ada kesalahan dan berjanji untuk menaruh perhatian ekstra guna melindungi instalasi PBB. Barak juga meminta maaf kepada Ban atas insiden itu. Juru bicara PBB Adnan Abu Hasna menyatakan, lembaga internasional tersebut telah memberikan koordinat pasti kepada Israel dan mengibarkan bendera dan logo PBB. UNRWA mengatakan kompleks markas PBB di mana ada 700 warga Palestina yang berlindung di dalamnya, diserang dua kali oleh pasukan Israel dan menyebabkan tiga anggota staf mengalami luka-luka.

Beberapa jam kemudian, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert kembali mengungkapkan permintaan maaf namun mencoba berkilah dengan mengatakan serangan pasukannya merupakan reaksi karena ditembaki oleh pejuang Hamas dari dalam kompleks PBB.

“Itu sungguh insiden yang menyedihkan, namun sungguh, kami diserang oleh militan Hamas,” kilah Olmert dalam tayangan televisi. Namun klaim Israel ini dibantah mentah-mentah dan dikatakan nonsense oleh Direktur UNRWA untuk wilayah Gaza, John Ging. Menurut Ging, tembakan meriam Israel kali pertama menghantam kompleks yang berisi penuh pengungsi, kemudian menghancurkan garasi dan gudang utama PBB, membakar semua stok pangan dan menimbulkan asap tebal di udara. “Ini sungguh-sungguh bencana buat kita,” kecam Ging.
Secara terpisah, Israel juga menghancurkan sebuah sekolah milik PBB di pinggiran Kota Gaza, melukai 14 orang yang berlindung di sana.

Sementara itu, pada saat para pemimpin Israel pergi ke Mesir untuk membahas proposal gencatan senjata, militer Negara Yahudi itu terus menekan masuk ke Gaza. Pasukan darat Israel untuk kali pertama telah memasuki wilayah yang bersebelahan dengan area padat penduduk di Gaza, menimbulkan ketakutan dan kepanikan bagi warga sipil yang berlarian menyelamatkan diri. “Ini benar-benar bencana,” seru seorang perempuan yang berjalan bergegas menggendong anak, sementara dua puteranya yang lain berlari di belakangnya dengan wajah penuh ketakutan.
“Kami pergi membawa uang dan paspor. Kami harus membawa kartu identitas, berjaga-jaga jika kami tewas,” lanjutnya.
Tembakan Israel juga menghantam sebuah rumah sakit, gedung bertingkat lima dan sebuah gedung yang digunakan sebagai kantor sejumlah media di Kota Gaza. Sejumlah wartawan dilaporkan terluka akibat serangan itu. Peluru-peluru Israel juga menerobos ke kantor berita Associated Press, masuk ke dalam sebuah ruang di mana dua staf sedang bekerja, namun demikian tak ada korban. Memasuki hari ke-20 agresi militer Israel, jumlah korban tewas di pihak Palestina mencapai 1.100 orang, 670 di antaranya warga sipil dan anak-anak.

Di satu sisi, kelompok Hamas mengaku terbuka untuk gencatan senjata dengan Israel. Namun sejumlah syarat antara lain penarikan pasukan Israel dari wilayah Palestina menjadi tuntutan mutlak yang harus dipenuhi.